Jadi Seorang Sales Hebat

Kali ini kami akan ulas seputar Jadi Seorang Sales Hebat. Apa Itu Salesman? Salesman, secara global banyak orang yang memperhatikan sebelah mata pekerjaan ini. Tetapi dalam kenyataannya, salesman amat dibutuhkan oleh sebuah perusahaan. Bagus itu perusahaan besar atau malah kecil, tiap perusahaan memerlukan daya untuk memasarkan produk-produknya.

Jadi Seorang Sales  Hebat

Kebutuhan akan kekuatan penjual terus meningkat dari waktu ke waktu sebab semakin tumbuhnya perekonomian. Namun tak semudah itu menjadi salesman, ada banyak tantangan yang sepatutnya dihadapi oleh salesman. Tekanan sasaran penjualan, berhadapan dengan pelanggan yang memiliki beragam karakter, dan sudah pasti berhadapan dengan kompetitor dari produk yang Anda jual. Tapi segala profesi memiliki tantangan dan konsekuensi yang seharusnya dihadapi.

Menjadi salesman bukan berarti tak bisa menjadi kaya raya. Dengan kemampuan memasarkan yang mumpuni, Anda dapat membabat habis seluruh target penjualan dan meraih bonus-bonus yang nilainya sudah pasti menggiurkan.

Jadi Seorang Sales Hebat

Bagi beberapa orang, menjadi sales kerap dianggap sebagai profesi yang “Tak Membikin Kaya”. Tetapi hakekatnya pandangan tersebut salah. Menjadi sales bisa membikin penghasilan tidak terbatas, dan membuat menjadi “Sales Kaya Raya”.

Tidak dapat dipungkiri bila dikala ini keperluan hidup makin meningkat. Dibutuhkan penghasilan yang tinggi untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang makin meningkat. Dengan bekerja sebagai salesman,Anda dapat memenuhi keperluan yang kian meningkat ini.

Jadi Seorang Sales Hebat

Dengan menghantam semua penghambat, Anda bisa menjadi salesman kampiun dan tentunya salesman kaya raya. Ingat, dengan menghantam segala penghambat yang ada. Satu hal yang menjadi momok sekaligus menjadi penyemangat seorang salesman adalah TARGET. Ya sasaran ini kerap kali ditakutkan salesman sekiranya tidak bisa mencapai sasaran, tetapi menjadi “surga” jika dapat mencapai sasaran yang diberikan.

Dengan mencapai sasaran penjualan yang diatur, maka seorang sales akan menerima komisi yang nilainya telah dijanjikan dan diatur ketika menerima tawaran menjadi seorang sales. Kian tinggi penjualan, komisi sales malahan akan bertambah. Tetapi ini acap kali dianggap sebagai “surga” bagi salesman, ketika sasaran tercapai seolah beban hidup ini sirna.

Jadi Seorang Sales Hebat

Sales meniiliki keuntungan, antara lain mendapatkan gaji pokok seperti karyawan lainnya. Seperti pada biasanya, gaji pokok seorang karyawan relatif tak terlalu besar. Tapi salesman dapat menjadikan nominal fantastis untuk penghasilan sempurna pada tiap bulannya.

Tak mendapatkan gaji pokok yang diberikan perusahaan hal yang demikian, seorang salesman juga akan mendapatkan tunjangan yang dikasih untuk salesman yang memang menuntut pekerjaan di luar kantor. Tunjangan seperti biaya komunikasi, tarif transportasi, dan uang makan di luar gaji pokok. Salesman wajib keluar kantor untuk pergi mencari pelanggan dari tempat satu ke daerah lainnya. Tak seperti karyawan lainnya yang lebih banyak menghabiskan waktu di kantor.

Jadi Seorang Sales Hebat

Ditambah lagi kalau kita mesti melakukan perjalanan dinas ke luar kota bahkan ke luar negeri. Perusahaan akan menyediakan tarif transport, makan dan penginapan. Lakukan perjalanan dinas ini dengan efektif supaya bisa berhemat dan pekerjaan cepat selesai, maka Anda dapat lebih berhemat.

Kampiun merasakan perjalanan luar kota malahan luar negeri, sambil berjualan, dibiayai kantor, semua itu menyenangkan bukan? Ya buatlah pikiran apabila “Menjadi Sales Itu Menyenangkan”. Tambahkan pula mindset “Sales Kaya Raya Itu Pasti” dan “Akulah Salesman Juara”. Tanamkan itu pada pikiran dan hati Anda.

Jadi Seorang Sales Hebat

Jika tahu apa yang ada di mindset seorang calon salesman juara, kali ini kita membahas mengenai apa-apa saja yang patut disingkirkan untuk siap berjalan menuju salesman juara. Berikut 4 hal yang semestinya disingkirkan agar menjadi sales sejati.

1. Hancurkan Rasa Malas

Seorang salesman lazimnya seharusnya turun ke lapangan untuk mencari pelanggan. Baik kita sebagai salesman malas, bagaimana ingin bisa pelanggan yang produktif. Rasa malas ini akan menghalangi pekerjaan dalam mencari pelanggan dan menjual produk. Oleh sebab itu jikalau berharap menjadi seorang salesman kampiun, kita harus menjauhi malahan menghancurkan rasa mala situ.

2. Singkirkan Pikiran Negatif

Pikiran negatif akan membuat kita selalu berpikiran jelek. Baik berpikiran jelek terhadap diri sendiri ataupun orang lain. Berpikiran jelek pada diri sendiri umpamanya ketakutan menjalankan sesuatu hal, minder, dan masih banyak lagi. Mengapa berpikiran jelek pada orang lain seumpama menjelek-jelekan orang lain, dengki hati, iri dan sebagainya.

Jadi Seorang Sales Hebat

3. Tumbuhkan Pikiran Positif

“Kok dia bisa kaya ya? Tapi aku tidak?” pikiran seperti itu tidak bisa dikesampingkan kadang muncul dalam benak kita. Namun kita seharusnya menyikapinya dengan baik, dengan pikiran positif. Dengan pikiran yang positif membuat kita berpikir bahwa orang hal yang demikian memang lebih unggul. Dan hal itu akan membikin motivasi kita terpacu untuk membenarkan diri supaya bisa unggul

4. Hancurkan Rasa Takut Gagal

Rasa akan takut gagal seringkali menghinggapi diri tiap orang. Namun ini yaitu dilema yang juga wajib disingkirkan dalam rangka menuju salesman pemenang. Namun kegagalan memang adakalanya menyisakan rasa sakit yang tidak ingln dirasakan lagi. Namun bukan berarti tidak ada sisi positif dari sebuah kegagalan. Justru dari sebuah kegagalan tersebut kita dapat belajar menghargai sebuah progres dan usaha. Berusahalah untuk selalu mengambil hikmah dari tiap-tiap kejadian, termasuk dalam tiap kegagalan.

Sekian info terkait dengan Jadi Seorang Sales Hebat, kami harap post ini mencerahkan sahabat semua. Mohon artikel ini dishare supaya semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Leave a Reply